Baureno – TP PKK Kecamatan Baureno turut berpartisipasi dalam Lomba Cipta Menu Telur Gayatri yang diselenggarakan oleh Pokja III TP PKK Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kecamatan Baureno menampilkan kreativitas dalam mengolah telur Gayatri hasil budidaya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi tiga kreasi menu, yaitu omelette, telur asap, dan pepes telur. Ketiga sajian tersebut menjadi bentuk inovasi dalam memanfaatkan bahan pangan lokal agar lebih variatif, menarik, dan memiliki nilai tambah.
Keikutsertaan TP PKK Kecamatan Baureno dalam lomba ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga sebagai upaya mendukung pemanfaatan hasil program Gayatri secara optimal. Melalui pengolahan yang inovatif, telur hasil budidaya KPM dapat dikembangkan menjadi berbagai sajian yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi keluarga.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan peran TP PKK dalam mendorong pemanfaatan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengolahan bahan pangan lokal. Kreativitas dalam menciptakan menu juga diharapkan dapat menginspirasi keluarga untuk lebih produktif dan mengoptimalkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Partisipasi TP PKK Kecamatan Baureno menjadi wujud dukungan terhadap pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan hasil budidaya, pengembangan kreativitas, serta penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program Gayatri tidak hanya memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk olahan yang bernilai tambah dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat.
Dengan semangat kreativitas dan pemberdayaan, TP PKK Kecamatan Baureno terus mendukung berbagai upaya untuk mewujudkan keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya melalui pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.