BAURENO –Cuaca panas yang melanda wilayah Kecamatan Baureno menjadi perhatian bagi para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) program Gayatri atau Gerakan Ayam Petelur Mandiri. Kondisi suhu udara yang tinggi tidak hanya membuat manusia merasa gerah, tetapi juga dapat menyebabkan ayam petelur mengalami stres panas (heat stress) yang berdampak pada kesehatan, produktivitas, hingga kualitas telur yang dihasilkan.
Melalui imbauan ini, KPM Gayatri di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, diajak untuk meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan ayam petelur, terutama saat cuaca panas. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kondisi ayam tetap sehat dan produktif.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan ketersediaan air minum bersih dan segar sepanjang hari, menjaga sirkulasi udara di kandang agar tetap baik, serta menghindari kondisi kandang yang terlalu padat. KPM juga perlu memastikan kandang memiliki naungan yang cukup dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.
Selain itu, pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti pagi atau sore hari, dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam. Amati pula perilaku ayam secara berkala. Ayam yang terengah-engah, merentangkan sayap, terlihat lesu, atau mengalami penurunan konsumsi pakan perlu mendapat perhatian lebih.
Perawatan yang tepat sangat penting untuk mendukung keberlanjutan program Gayatri sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan ayam petelur mandiri.
Ingat, Misanan! Kalau kita kepanasan, mungkin bisa langsung mencari es teh segar. 🧋 Namun, ayam petelur kita mengandalkan perhatian dan perawatan dari pemiliknya agar tetap nyaman dan sehat.